@thesis{thesis, author={Erna Erna}, title ={Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT CSI Pasifik Indonesia dengan Lama Kerja Sebagai Variabel Moderating di Kota Batam}, year={2019}, url={http://repository.upbatam.ac.id/5095/}, abstract={Sumber daya manusia merupakan salah satu aset yang paling penting dalam sebuah perusahaan, Sumber daya manusia harus dikelola secara optimal dan diberi perhatian serta diharuskan memenuhi hak-hak mereka. PT CSI Pasifik Indonesia adalah perusahaan distribusi yang didirikan pada tahun 2015, dan ditunjuk secara eksklusif sebagai distributor eksklusif untuk memasarkan lampu LED dari anak perusahaan Real Faith Enterprise Group (Guangdong Real Faith Company Co., Ltd - China), untuk seluruh wilayah Indonesia. Awalnya PT CSI Pasifik Indonesia memusatkan perhatian pada pemasaran lampu LED untuk kapal nelayan dengan memasangnya di beberapa kapal penangkap ikan di Jakarta, Juwana, Denpasar, Tanjung Balai, Balai Asahan, dan Tanjung Pinang. Dan pelan?pelan pemilik kapal mulai beralih dari lampu konvensional ke lampu LED. Kini CSI Pasifik Indonesia mulai fokus dalam proyek lampu LED untuk lampu jalan dan bangunan dengan mengadopsi sistem SMART LED yang menggunakan "internet barang". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT CSI Pasifik Indonesia dengan lama kerja sebagai variable moderating. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Variabel independen yang digunakan adalah motivasi dan kepuasan kerja. Variabel dependen yang digunakan adalah Kinerja karyawan. Variabel moderating yang digunakan adalah lama kerja. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 117 responden dengan cara menyebarkan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam skripsi ini dengan menggunakan program IBM SPSS statistic versi 21. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan kepuasan kerja dengan lama kerja sebagai moderating memengaruhi kinerja karyawan. Selain itu, lama kerja tidak mampu memoderari kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan.} }