@thesis{thesis, author={Nainggolan Agus Fernando}, title ={Analisis Beban Kerja Mental Pekerja In Process Quality Control pada PT Sanwa Engineering Batam dengan Pendekatan Metode Nasa-TLX}, year={2019}, url={http://repository.upbatam.ac.id/5166/}, abstract={PT Sanwa Engineering Batam adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang ?Injection Molding?. Dalam menjaga kualitas produk, perusahaan mempekerjakan pekerja Inspektor In Process Quality Control (IPQC). Tugas utama pekerja Inspektor IPQC adalah melakukan pengukuran dimensi dan pengecekan visual. Dalam menjalankan pekerjaannya, para pekerja Inspektor IPQC banyak menagalami stres, dikarenakan banyaknya produk urgent yang harus diutamakan, seringnya pekerja departemen lain masuk ke ruangan kerja untuk membicarakan hal lain di luar pekerjaan, jumlah dimensi yang terlalu banyak untuk diukur, serta sulitnya berkomunikasi dengan departemen produksi saat ditemukan produk reject. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja mental pekerja IPQC, serta untuk mengetahui proses kerja Inspektor IPQC yang memberikan beban kerja terbesar. Penelitian ini menggunakan metode NASA-TLX. Hasil yang diperoleh adalah beban kerja mental pada pekerjaan Inspektor IPQC untuk proses pengukuran dimensi tergolong tinggi dengan nilai 75,32. Dari keenam indikator beban kerja mental, indikator kebutuhan waktu adalah yang tertinggi, sedangkan kebutuhan fisik adalah yang terendah. Beban kerja mental pada pekerjaan Inspektor IPQC untuk proses pengecekan visual juga tergolong tinggi dengan nilai 78,26. Dari keenam indikator beban kerja mental, indikator kebutuhan waktu adalah yang tertinggi, sedangkan performansi adalah yang terendah. Hasil uji beda independent sample T-test dengan menggunakan software SPSS didapatkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,276. Nilai Sig. (2-tailed) ini lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara beban kerja mental pengukuran dimensi dengan beban kerja mental pengecekan visual.} }