@thesis{thesis, author={Yana Nor}, title ={The Morphology Functions in A Novel “A Wrinkle in Time” by Madeleine L’engle: Structural Approach}, year={2019}, url={http://repository.upbatam.ac.id/5428/}, abstract={Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur novel A Wrinkle in Time melalui studi morfologi. Penelitian dilakukan dengan mencari komponen dasar yang dikenal sebagai fungsi morfologi yang digambarkan di dalam cerita. Oleh karena itu, penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan data dikumpulkan melalui kajian kepustakaan. Selanjutnya, metode analisis yang digunakan adalah analisis isi dengan mengkategorikan fungsi dramatis personae ke dalam cerita. Kemudian, hasil dari penelitian akan disajikan dengan menggunakan metode informal. Alhasil, ditemukan bahwa tidak semua fungsi yang diusulkan oleh Propp digambarkan di dalam cerita. Cerita dongeng dalam novel A Wrinkle in Time ini hanya memiliki sembilan belas fungsi yang menciptakan dua moves sehingga menghasilkan skema sinoptik yang cukup rumit. Namun, tatanan kronologisnya masih identik, sehingga kisah dongeng dalam novel A Wrinkle in Time masih mempertahankan kesatuan organik dari sebuah dongeng. Peran karakter dalam cerita juga ditemukan sebagai hasil tambahan. Peran karakter dikenal juga dengan istilah lingkup tindakan oleh Propp. Kisah dongeng dalam A Wrinkle in Time hanya menyajikan lima jenis peran yaitu pahlawan, pembantu, donor, dispatcher atau pengirim, dan penjahat. Selain itu, ada juga karakter pendukung lainnya. Terakhir, bersama dengan penemuan fungsi morfologi ini, makna dari kisah dongeng dalam novel A Wrinkle in Time dapat dipahami. Pelajaran untuk diambil dari cerita ini adalah manusia tidak harus dipaksa untuk memenuhi konformitas tertentu. Sehingga, setiap individu harus menghargai keanekaragaman yang ada} }