@thesis{thesis, author={Damanik Cindy Erika}, title ={An Analysis of Commissive Illocutionary Speech Act in “Aftermath” Movie: Pragmatic Approach}, year={2023}, url={http://repository.upbatam.ac.id/5736/}, abstract={Dalam bertutur, penutur tidak sekedar menghasilkan ujaran, tetapi setiap ujaran memiliki kekuatan untuk menimbulkan efek pada pendengar. Tindak tutur komisif diujarkan oleh penutur untuk mengikatkan dirinya pada tindakan yang akan datang. Film ?Aftermath? dipilih sebagai sumber data karena mengandung fenomena tindak tutur komisif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tindakan dan fungsi komisif berdasarkan teori Searle dan Vanderveken (1985) dan Leech (1983). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi karena peneliti mengamati penggunaan bahasa berdasarkan konteks dan ujaran. Teknik mencatat digunakan untuk mendapatkan data mentahan. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode mengindentifikasi secara pragmatis dan teknik penyamaan untuk menyamakan data dengan teori. Hasil penelitian ini disajikan secara naratif dan deskriptif . Peneliti menemukan sebelas tindakan dari tujuh belas tindakan komisif dan empat fungsi komisif. Tindakan tersebut adalah melakukan, menjanjikan, mengancam, bersumpah, menerima, menyetujui, menolak, menawarkan, menawar, menjamin, dan bertaruh. Tindakan menolak adalah yang paling banyak diujarkan oleh karakter dalam film. Itu karena sebagian besar karakter bermaksud menolak tawaran yang diberikan oleh karakter lain. Selain itu, fungsi yang ditemukan adalah kompetitif, konfliktif, konvivial, dan kolaboratif. Fungsi yang paling sering diujarkan adalah konvivial. Ini menunjukkan bagaimana karakter sering mengungkapkan kesantunan dalam ucapan mereka. Keenam tindakan komisif lainnya yang tidak ditemukan dalam penelitian ini yaitu berjanji, berikrar, bergaransi, menjamin, mengontrak dan melakukan perjanjian karena tokoh-tokoh dalam film ?Aftermath? lebih banyak mengalami perasaan cemas dan mendalami misteri di dalam rumah dibandingkan membuat perjanjian dan sumpah.} }