@thesis{thesis, author={Gule Novi Warni}, title ={Strategi Dinas Tenaga Kerja dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Kota Batam}, year={2024}, url={http://repository.upbatam.ac.id/6308/}, abstract={Batam merupakan Kota Industri yang banyak masyarakat ingin mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan di Kota Batam. Untuk mewujudkan pencari kerja yang mampu berdaya saing didunia pekerjaan Dinas Tenaga Kerja mengadakan pelatihan kompetensi untuk masyarakat yang mencari pekerjaan dan tenaga kerja. Adapun permasalahan-permasalah pada penelitian ini adalah masih banyak jumlah pencari kerja yang belum mendapatkan kompetensi kerja, masih banyak unit kompetensi yang tidak mendapatkan magang atau praktik diperusahaan, Kartu kuning sebagai salah satu persyaratan kerja. Peneliti mengambil judul Strategi Dinas Tenaga Kera dalam meningkan kompetensi tenaga kerja. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode penelitian deskriptip. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Geoff Mugan yaitu dengan 5 indikator, tujuan(purpose), Lingkungan (environtmen), Pengarahan (direction), tindakan (action), pembelajaran (learning). Hasil dan pembahasan adalah Dinas tenaga kerja dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja melaksana perekrutan pelatihan kerja melalui media sosial, seperti berita batam pos, dan website Disnaker Kota Batam, Pencari kerja dapat melakukan pendaftaran dan mengikuti tes tertulis di Kantor Dinas Tenaga Kerja, yang lulus akan dilanjutkan pelatihan kerja di Lembaga Pelatihan kerja(LPK) yang bekerja sama dengan Disnaker, mereka akan mengikuti pelatihan sesuai pelatihan kompetensi yang didaftarkan sebelumnya. Namun setelah mendapatkan pelatihan kompetensi kerja, Pencari kerja mencari sendiri pekerjaan. Masih banyak dari Pencari kerja tidak mendapatkan pekerjaan sesuai pelatihan kerja yang didaftarkan sebelumnya, Dinas tenaga kerja memberi tanggapan dengan mengusulkan sebaiknya pencaker tersebut mengambil pelatihan kompetensi dibidang lain atau sesuai yang digemari saja. Untuk solusi bagaimana mendapatkan pekerjaan tidak ada solusinya karena mereka sudah dibekali dengan pelatihan kompetensi.} }