@thesis{thesis, author={yahya saskia rachelly}, title ={Perancangan alternatif buku kintamani bali dog oleh Dewi S. Dewanto = Kintamani bali dog by Dewi S. Dewanto book design}, year={2020}, url={http://repository.uph.edu/9419/}, abstract={Anjing Kintamani merupakan anjing trah pertama Indonesia yang diakui oleh Fe?de?ration Cynologique Internationale (FCI). Namun sayangnya, dengan prestasi yang membanggakanpun popularitas anjing Kintamani masih tergolong kecil di masyarakat Indonesia. Dalam upaya memperkenalkan masyarakat Indonesia mengenai anjing Kintamani, Dewi S Dewanto menuliskan sebuah buku berjudul Kintamani Bali Dog. Dewanto berharap dengan membaca bukunya, anjing Kintamani akan bisa seterkenal jenis anjing asing lainnya. Rancangan sebuah buku harus dapat menggambarkan nyawa dan karakteristik dari isi buku tersebut. Maka dalam buku Kintamani Bali Dog, rancangan buku harus memperlihatkan sifat ceria dari Anjing Kintamani dan juga aspek Budaya Visual Bali. Maka, menggunakan kata kunci ?playful? dan ?kultural? dilakukan pengumpulan data dan studi budaya visual dengan metode studi kepustakaan dan observasi. Studi ini kemudian dijadikan dasar perancangan buku Kintamani Bali dog, sehingga terciptalah rancangan buku yang merepresentasikan kedua kata kunci tersebut. / The Kintamani dog is Indonesia's first pure bred dog that is recognized by the Fe?de?ration Cynologique Internationale (FCI). But unfortunately, with its outstanding achievement, the popularity of the breed still relatively small in Indonesia. In an effort to introduce Indonesian people to the Kintamani dog, Dewi S Dewanto wrote a book called Kintamani Bali Dog. Dewanto hopes that by reading her book, Kintamani dogs will be as famous as other strains of dogs. The design of a book must be able to describe the soul and characteristics of the contents of the book. The design of ?Kintamani Bali Dog? must show the cheerful nature of the Kintamani Dog and also aspects of Bali's Visual Culture. Therefore, considering the keywords "playful" and ?cultural", collection of data and visual culture studies were carried out using research and observational methods. This study was then used as the basis for designing the Kintamani Bali dog book, so that its final design would represent the two keywords.} }