@thesis{thesis, author={Solehudin }, title ={Pengaruh Jumlah Umbi Per Lubang Tanam dan Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.)}, year={0000}, url={http://repository.upm.ac.id/238/}, abstract={Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) termasuk salah satu tanaman sayuran umbi multiguna. Umumnya digunakan sebagai bahan bumbu dapur sehari-hari dan sebagai penyedap masakan. Bawang merah juga berkasiat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh dari perlakuan jumlah umbi bibit per lubang tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah 2) Mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang kambing pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah 3) Mengetahui interaksi antara jumlah umbi per lubang tanam dengan dosis pupuk kandang kambing pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Hipotesis : 1) Jumlah umbi per lubang tanam memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah 2) Dosis pupuk kandang kambing memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah 3) Terjadi interaksi antara jumlah umbi bibit per lubang tanam dan dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu jumlah umbi per lubang tanam (U) sebanyak 3 taraf perlakuan dan dosis pupuk kandang kambing (K) sebanyak 4 taraf perlakuan dengan 3 kelompok ulangan. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka analisis dilanjutkan Uji BNT pada taraf 5%. Kesimpulan hasil penelitian ini antara lain : 1) Perlakuan jumlah umbi per lubang tanam pada perlakuan U3 (3 umbi per lubang tanam) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, menunjukan hasil terbaik pada rerata tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, berat brangkasan basah per rumpun dan berat brangkasan kering per rumpun. 2) Perlakuan dosis pupuk kandang kambing K3 (30 ton/ha) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah yang menunjukan hasil terbaik pada rerata jumlah daun umur 15 dan 30 HST, jumlah anakan, jumlah umbi, berat brangkasan basah per rumpun dan berat brangkasan kering per rumpun, pada perlakuan K2 (20 ton/ha) menunjukan hasil terbaik pada rerata tinggi tanaman umur 15 HST dan jumlah daun umur 45 HST, sedangkan pada perlakuan K1 (10 ton/ha) menunjukan hasil terbaik pada rerata tinggi tanaman umur 30 HST dan perlakuan K0 (tanpa pupuk kandang kambing) menunjukan hasil terbaik pada rerata tinggi tanaman umur 45 HST. 3) Perlakuan jumlah umbi per lubang tanam dan dosis pupuk kandang kambing tidak menunjukan interaksi pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.} }