@thesis{thesis, author={Laras Bani Waseso -}, title ={HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEKUATAN TULANG PADA PASIEN MENOPAUSE DI RUMAH SAKIT OLAHRAGA NASIONAL KEMENPORA TAHUN 2017}, year={2018}, url={http://repository.upnvj.ac.id/4779/}, abstract={Osteoporosis tiga kali lebih sering terjadi pada perempuan menopause dan kurang aktifitas fisik. Karena hal menyebabkan penurunan massa tulang. Pemeriksaan baku untuk osteoporosis adalah pemeriksaan kepadatan tulang atau BMD (Bone Mass Densitometry). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dan kekuatan tulang pasien menopause. Penelitian ini bersifat analitik observasional menggunakan desain potong lintang. Sampel berjumlah 74 berasal dari Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Kemenpora tahun 2017. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan aktifitas fisik ringan mempunyai kekuatan tulang normal (37%), kekuatan tulang osteopenia (63%), kekuatan tulang osteoporosis (20%). Pasien dengan aktifitas fisik sedang mempunyai kekuatan tulang normal (52%), kekuatan tulang osteopenia (19%), kekuatan tulang osteoporosis (33%). Pasien dengan aktifitas fisik berat mempunyai kekuatan tulang normal (16%), kekuatan tulang osteopenia (18%), kekuatan tulang osteoporosis (47%). Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan kekuatan tulang pada pasien menopause (p = 0,004).} }