A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Donna Dominica }, title ={Sistem penyiraman dan pemberian pupuk cair secara otomatis pada tanaman cabai vertikultur}, year={2016}, url={http://repository.wima.ac.id/id/eprint/7662/}, abstract={Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia masih rutin mengimpor cabai. Mulai dari jenis cabai yang diawetkan hingga cabai kering tumbuk. Impor cabai tersebut selama ini berbentuk bubuk yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri seperti makanan mie instan. Dengan adanya impor cabai tersebut, dalam tiga tahun terakhir harga cabai meningkat. Untuk menjawab tantangan ini, Menteri Pertanian RI mengatakan bahwa masyarakat diharapkan menanam cabai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri sehingga anggaran untuk membeli cabai dapat dihemat. Dengan keterbatasan lahan di setiap rumah, maka kini banyak dikembangkan beberapa metode penanaman salah satunya adalah menggunakan media tanam vertikultur. Vertikultur merupakan sistem penanaman secara vertikal yang dapat memanfaatkan lahan seadanya serta menggunakan bahan bekas seperti pipa PVC atau bambu. Pada media tanam ini dapat diberikan sistem penyiraman secara otomatis menurut tingkat kelembaban tanah untuk mengatasi kesibukan dari masyarakat dengan pekerjaan lainnya. Hal ini dikarenakan kelembaban tanah merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah sistem penyiram tanaman otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah pada media tanam vertikultur. Sistem penyiraman dan pemberian pupuk secara otomatis ini dilakukan pada media tanam vertikultur menggunakan sensor kelembaban tanah. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang berkeinginan untuk bertani serta pengendalian proses penyiraman tanaman. Tentu harapannya bahwa petani akan lebih mudah dalam pengelolaan tanaman. Prinsip kerja sistem penyiram otomatis ini adalah ketika komposisi air pada tanah di bawah 20% (ambang batas normal kelembaban tanah) maka sensor akan memberikan sinyal pada mikrokontroler untuk membuka katup (valve) selang air. Dengan demikian tanaman tidak mengalami kekurangan air. Apabila keadaan tanah sudah cukup lembab sesuai ambang batas maka pompa secara otomatis akan mati dan tidak menyiramkan air lagi. Selain penyiraman air alat ini juga menggunakan timer untuk menyiramkan pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman. Pemberian pupuk cair ini dilakukan secara berkala sesuai waktu yang telah ditentukan.} }