@thesis{thesis, author={Rayon Theresia Ayuningshi}, title ={Uji aktivitas antipiretik senyawa O-(leusil)parasetamol pada mencit (mus musculus) dengan induksi pepton}, year={2013}, url={http://repository.wima.ac.id/id/eprint/8862/}, abstract={Parasetamol merupakan obat analgesik-antipiretik yang memiliki efek hepatotoksik. Obat sintetik turunan parasetamol yaitu O-(leusil)parasetamol telah diuji aktivitas analgesiknya pada mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate pada penelitian terdahulu, dengan nilai ED50 49 mg/kg BB setara dengan parasetamol. Pada penelitian ini diuji aktivitas antipiretik senyawa tersebut pada mencit (Mus musculus) dengan induksi pepton. Demam diinduksi dengan penyuntikan pepton 10% b/v secara sub kutan, kemudian diberikan O-(leusil)parasetamol dan parasetamol sebagai pembanding masing-masing pada dosis: 12,5; 25; 50; 100; 200 mg/kg BB (secara intraperitoneal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ED90 O- (leusil)parasetamol sebesar 130 mg/kg BB, sedangkan ED90 parasetamol sebesar 139 mg/kg BB. Berdasarkan nilai ED90, dapat disimpulkan bahwa senyawa O-(leusil)parasetamol mempunyai aktivitas antipiretik lebih tinggi dibanding parasetamol, tetapi berdasarkan uji Tukey HSD menunjukkan bahwa aktivitas antipiretik O-(leusil)parasetamol dan parasetamol tidak berbeda bermakna.} }