@thesis{thesis, author={Suharto Roy}, title ={Bisnis franchise sebagai pilihan peluang usaha}, year={2008}, url={http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9091/}, abstract={Konsep bisnis waralaba (franchise) akhir-akhir ini telah menjadi salah satu trendsetter yang memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, animo masyarakat Indonesia terhadap munculnya peluang usaha waralaba sangat signifikan. Animo ini terefleksi pada dua cermin yakni : jumlah pembeli waralaba dan jumlah peluang usaha (business opportunity) yang terkonversi menjadi waralaba. Waralaba (franchise) adalah pemberian hak oleh franchisor kepada franchisee untuk menggunakan kekhasan usaha atau ciri pengenal bisnis dibidang perdagangan/ jasa berupa jenis produk dan bentuk di usahakan termasuk identitas perusahaan (logo, merek, dan desain perusahaan, penggunaan rencana pemasaran serta pemberian bantuan yang luas, waktu/saat/jam operasional, pakaian, dan penampilan karyawan) sehingga kekhasan usaha atau ciri pengenal bisnis dagang/ jasa milik / franchisee sama dengan kekhasan usaha atau bisnis dagang / jasa milik dagang franshisor. Potensi bisnis franchise dilihat dari sisi demand, menunjukkan angka yang terus mengalami kenaikan. Hal ini ditunjukkan dengan perkiraan omset bisnis waralaba di Indonesia melonjak cepat sejak tahun 2001 -2006, tahun 2001 omsetnya sekitar US$ 3 Miliar (setara Rp 27 Triliun); sedangkan di 2006 naik dua kali lipat menjadi US$ 6 Miliar (setara Rp 54 Triliun). Potensi bisnis franchise dilihat dari sisi kapabilitas supplier cukup baik. Hal ini dapat diketahui dari kepercayaan pihak perbankan memberikan kredit modal kerja waralaba. Sebagai contoh, Bank Mandiri siap memberikan kredit modal kerja waralaba bagi masyarakat yang ingin menjadi pewaralaba Alfamart Terdapat 4 kunci sukses dalam bisnis waralaba (franchise) yaitu: 1) Merek menjadi salah satu penyokong keberhasilan suatu usaha franchise, karena ini berhubungan dengan reputasi, 2) Prospectus adalah berkas penawaran yang diberikan oleh franchisor kepada calon fanchisee, 3) Proyeksi adalah gambaran yang akan datang. Bisa digambarkan uang yang bakal anda kantongi sebagai pembeli waralaba, dan 4) Kelengkapan manajerial termasuk kelengkapan administrasi, format-format berkas yang mesti diisi. Implementasi dalam bisnis waralaba, 60% keberhasilan perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan para karyawannya dalam memberikan layanan pelanggan dengan baik} }