@thesis{thesis, author={Saroh Laila}, title ={Hubungan Self Efficacy Dengan Motivasi Sembuh Pada Penderita Tuberculosis Di Puskesmas Bandaran Pamekasan}, year={2024}, url={http://repository.wiraraja.ac.id/3242/}, abstract={Tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang kronis, pada tahun 1993 oleh WHO dinyatakan sebagai ?global emergency? karena diseluruh dunia terjadi peningkatan baik dari jumlah maupun keseriusannya, Tuberculosis paru dapat ditangani dengan melakukan pengobatan selama 6-8 bulan yang dapat menimbulkan efek samping. Efek samping pengobatan berkontribusi pada penurunan kondisi dimana hal tersebut dapat berdampak pada motivasi sembuh penderita, Motivasi sembuh penderita TB paru dapat dipengaruh oleh self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy dengan Motivasi Sembuh pada penderita Tuberculosis di puskesmas Bandaran Pamekasan. Desain penelitian ini mengacu pada penelitian analitik korelasi dengan metode pemdekatan crossectional. Responden dalam penelitian ini adalah penderita Tuberculosis. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random sampling sebanyak 33 penderita. Variabel independen self efficacy, variabel dependen motivasi sembuh penderita Tuberculosis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan ada Hubungan Self Efficacy dengan Motivasi Sembuh pada penderita Tuberculosis didapatkan nilai (0,003)<(0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada Hubungan Self Efficacy dengan Motivasi Sembuh pada penderita Tuberculosis di puskesmas Bandaran Pamekasan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan penderita selalu Mengaja dan memelihara perilaku kesehatan agar tetap semangat dan memotivasi diri dalam menjalani program pengobatan sampai selesai dan agar bisa menghadapi segala macam kesulitan dalam proses pengobatan Tuberculosis paru tersebut. Kata Kunci : Self Efficacy, Motivasi Sembuh, Tuberculosis Paru} }