@thesis{thesis, author={Agitya Resti Erwiyani and Atiaini Nova}, title ={KAJIAN PERBANDINGAN VARIASI PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) DENGAN METODE DPPH}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1698/}, abstract={Salah satu pemicu utama penyakit degeneratif adalah radikal bebas. Senyawa radikal bebas dapat dihambat dengan pemberian antioksidan. Senyawa antioksidan alami dapat ditemukan dalam buah naga (Dragon fruit). Kulit buah naga mengandung vitamin C, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh jenis pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah naga merah dan mengevaluasi pelarut manakah yang menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode review artikel, menggunakan lima sumber artikel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pelarut mempengaruhi jenis dan kadar senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antioksidan kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus). Nilai % aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah naga merah dari pelarut air yaitu sebesar 61,2440 %, etanol sebesar 36,73 %, etil asetat sebesar 13,4 - 55,5 %, dan heksan sebesar 4,8 - 35,4 %. Nilai IC 50 ekstrak kulit buah naga merah dari pelarut metanol yaitu sebesar 241,19 ppm, etil asetat sebesar 692 ppm, heksan sebesar 1.289 ppm, etanol sebesar 15.830 ppm dan air sebesar 28.900 ppm. Simpulan: Ada pengaruh variasi pelarut terhadap nilai % aktivitas antioksidan dan nilai IC 50 ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Pelarut air menunjukkan nilai % aktivitas antioksidan tertinggi dan pelarut metanol menunjukkan nilai IC 50 tertinggi.} }