@thesis{thesis, author={Istanty Tanaputra Meissy and Kumala Hati Anita}, title ={KORELASI ANTARA KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PEMURUS BARU KOTA BANJARMASIN}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1809/}, abstract={Kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi. Keberhasilan terapi dapat dilihat dari kadar gula darah yang terkontrol dalam rentang nilai normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat, kadar gula darah, dan korelasi antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus rawat jalan di Puskesmas Pemurus Baru Banjarmasin. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 97 pasien diabetes melitus. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data kepatuhan minum obat dikumpulkan menggunakan kuesioner MARS, data kadar gula darah puasa didapatkan dari hasil pengukuran yang tercantum pada rekam medis. Uji distribusi frekuensi untuk mengklasifikasikan tingkat kepatuhan, uji rata-rata untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah puasa, dan uji korelasi Spearman untuk mengetahui korelasi antara kepatuhan dengan kadar gula darah puasa. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan minum obat didominasi tingkat kepatuhan minum obat sedang (84,5%), kemudian tingkat kepatuhan tinggi (15,5%), dan tingkat kepatuhan rendah (0,0%). Nilai rata - rata kadar gula darah 210,82 ± 56,12 mg/dL. Pasien diabetes melitus yang kategori kadar gula darah tidak terkontrol (87,6%) dan terkontrol (12,4%). Kepatuhan memiliki korelasi yang signifikan dengan dengan target terapi kadar gula darah (koefisien korelasi kuat, R = -0,792). Simpulan : Mayoritas responden dengan tingkat kepatuhan sedang, kadar gula darah yang tidak terkontrol. Terdapat korelasi yang kuat antara kepatuhan minum obat dengan target terapi kadar gula darah.} }