@thesis{thesis, author={Pansyah Arul and Pujiastuti Anasthasia}, title ={UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Methicillin- Resistant Stapylococcus aureus (MRSA)}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1840/}, abstract={Latar Belakang : Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus MRSA merupakan patogen penyebab infeksi yang mengalami resistensi. Daun karamunting mengandung senyawa tannin, saponin, flavonoid dan fenol yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menentukan konsentrasi optimum ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode difusi cakram dan lima konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dengan kontrol positif ciprofloxacin, kontrol negatif DMSO% dan kontrol bakteri MRSA. Hasil : Hasil yang didapatkan bahwa ekstrak etanol daun karamunting mampu menghambat MRSA dengan diameter zona hambat konsentrasi 5% sebesar 10 mm, 10% sebesar 16,7 mm, 15% sebesar 20 mm, 20% sebesar 23,3 mm, 25% sebesar 26,7 mm, kontrol positif sebesar 36,7 mm, kontrol negatif dan kontrol bakteri sebesar 0 mm. Uji One Way Annova dan LSD memperoleh nilai p < 0,05 sehingga menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada pertumbuhan bakteri MRSA pada berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun karamunting. Kesimpulan : Ekstrak daun karamunting yang memiliki daya hambat paling besar terhadap pertumbuhan bakteri MRSA pada konsentrasi 25% sebesar 26,7 mm dikategorikan sangat kuat. Kata Kunci : Antibakteri, Ekstrak etanol daun karamunting, Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus MRSA. Kepustakaan : 29 (2010-2020).} }