@thesis{thesis, author={Agasita Desy and Luhurningtyas Fania Putri}, title ={KAJIAN LITERATUR AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum L) SECARA IN VIVO}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1849/}, abstract={Latar Belakang : Biji ketumbar (Coriandrum sativum L) mengandung senyawa metabolit flavonoid, alkaloid, kuersetin, saponin, dan polifenol. Flavonoid dapat menurunkan kadar kolesterol total dengan mekanisme kerja menghambat 3-Hydroxy-3- Methyl-Glutaryl-CoenzymeA (HMG-CoA) reduktase yang menyebabkan penurunan sintesis kolesterol. Alkaloid bekerja sebagai antioksidan dengan mendonorkan ion hidrogen. Kuercetin mampu mencegah oksidasi LDL dengan menangkal radikal bebas, saponin dapat menghambat penyerapan kolesterol dan trigliserida dengan membentu ikatan kompleks di dalam usus dan tidak larut dalam kolesterol, berikatan dengan asam empedu membentuk misel dan meningkatkan pengikatan kolesterol dan trigliserida oleh serat. Polifenol mampu meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL oksidatif (oxLDL), dan menurunkan kadar trigliserida. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian literature terhadap aktivitas antihiperlipidemia ekstrak biji ketumbar (C. Sativum L) secara in vivo. Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu review jurnal yang diambil dari 4 jurnal yang terindeks nasional (SINTA) dan 1 junral internasional terindeks SCOPUS tentang aktivitas antihiperlipidemia dari ekstrak biji ketumbar secara in vivo, yang diterbitkan dari tahun 2011-2020. Hasil : Ekstrak biji ketumbar mempunyai aktivitas penurun kadar trigliserida dengan dosis 21,6 mg/kbBB dibandingkan dengan simvastatin dan 200 mg/kgBB dibandingkan dengan almubin serum sapi. Ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan kadar kolesterol total dengan dosis terbesar 840 mg.kgBB, serta dapat menurunkan kadar sel busa 700 mg/kgBB/hari Kesimpulan : Ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum L) mempunyai aktivitas yang dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kadar foam cell (sel busa) dengan variasi dosis yang berbeda.} }