@thesis{thesis, author={Aprilliana Melati and Widiasman Restwu}, title ={PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN VARIETAS DAUN SIRIH (Piper sp.) MENGGUNAKAN VARIASI PELARUT DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazil)}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1866/}, abstract={Antioksidan dari alam salah satunya berasal dari tanaman sirih. Sirih merupakan tumbuhan yang telah lama digunakan untuk pengobatan tradisional oleh masyarakat Indonesia dan Asia lainnya, Tubuh manusia membutuhkan zat penting yaitu antioksidan dalam jumlah yang cukup untuk mengurangi efek negatif radikal bebas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelarut optimal yang digunakan untuk mengekstraksi metabolit sekunder pada varietas daun sirih dan untuk mengetahui varietas daun sirih yang memiliki antioksidan paling baik berdasarkan % inhibisi dan IC 50. Metode: Penelitian menggunakan metode kajian artikel dengan acuan dari lima artikel nasional dan satu artikel internasional dengan membandingkan pelarut yang optimal, daun sirih yang memiliki antioksidan paling baik berdasarkan % inhibisi dan IC 50. Hasil: Didapatkan hasil untuk pelarut yang paling optimal digunakan untuk ekstraksi metabolit sekunder yaitu etanol dan varietas daun sirih yang memiliki aktivitas antioksidan paling baik yaitu daun sirih gading dengan % inhibisi 51% dan IC 50 sebesar 0,75 ppm tergolong antioksidan sangat kuat, sedangkan untuk antioksidan paling lemah yaitu sirih hutan dengan IC 50 sebesar 1454,7 ppm. Simpulan: Pelarut optimal digunakan untuk ekstraksi yaitu etanol dan varietas daun sirih yang memiliki aktivitas antioksidan paling baik terdapat pada daun sirih gading (Epipremnum aureum) dengan % inhibisi 51% dan IC 50 sebesar 0,75 ppm tergolong antioksidan sangat kuat.} }