@thesis{thesis, author={Gede Purna Yasa I Dewa and Susilo Jatmiko}, title ={KAJIAN ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpina sappan L.)}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1873/}, abstract={Latar Belakang: Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang disebabkan rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Sebagian besar penyakit infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri. Kayu secang ( Caesalpinia sappan L.) telah digunakan sebagai obat tradisional sejak jaman dahulu. Tujuan: Peneliti ingin mengetahui apakah ekstrak kayu secang (Caesalpina sappan L.) memiliki aktivitas antibakteri, dan mengetahui senyawa metabolit yang memiliki aktivitas antibakteri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review. Penelitian dilakukan dengan menganalisis lima artikel yang terakreditasi SINTA untuk yang nasional dan terakreditasi Scimago untuk yang internasional. Penelusuran artikel dialkukan melalui database seperti Pubmed, Scolar, dan Garuda. Penelusuran dilakukan dengan menulis kata kunci seperti ?antibakteri?, ?ekstrak kayu secang?, dan ?Caesalpinia sappan L?. Hasil: Pelarut yang baling baik digunakan untuk mrngekstraksi kayu secang (Caesalpina sappan L.) adalah etanol. Ekstrak etanol kayu secang memiliki kandungan flavonoid, tannin dan saponin yang cukup tinggi. Aktivitas antibakteri terhadap S. aureus yang tertinggi didapat pada ekstraksi dengan menggunakan etanol 65% pada suhu 30°C selama 40 menit diamana zona hambat 23,25±1,2021 mm. Ekstrak kayu secang juga berpengaruh pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan zona hambat 34,0 ± 2,7 mm. uji dilusi ekstrak etanolik kayu secang terhadap Staphylococcus aureus kultur murni terdapat pertumbuhan koloni pada media konsentrasi ekstrak 1% dan 2% sehingga nilai KBMnya adalah pada konsentrasi 3%. Simpulan: Ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki kandungan metabolit skunder flavonoid, tannin, dan saponin. Ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki aktivitas antibakteri. Kata kunci : antibakteri, ekstrak kayu secang, Caesalpinia sappan L} }