@thesis{thesis, author={Aprilliana Melati and Jannah Miftahul}, title ={KAJIAN POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lamk) DENGAN VARIASI METODE EKSTRAKSI DAN PELARUT DENGAN METODE DPPH (2,2- Diphenyl-1-Picrylhydrazyl)}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1874/}, abstract={Radikal bebas yang tidak stabil dapat menyebabkan terjadinya berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung koroner dan stroke sehingga diperlukan senyawa antioksidan untuk menangkal dan menetralisir radikal bebas. Tubuh manusia membutuhkan antioksidan dalam jumlah yang cukup agar dapat mengurangi dampak negatif dari radikal bebas. Senyawa antioksidan dapat diperoleh dari bahan alam salah satunya adalah tanaman kelor. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam daun kelor adalah flavonoid dan fenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi metode ekstraksi dan pelarut dengan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Metode : Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan melihat data sekunder yang dipublikasikan pada 5 jurnal yang terdiri dari jurnal nasional dan jurnal internasional. Hasil : Ekstrak daun kelor mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu senyawa flavonoid dan fenolik. Metode ekstraksi yang digunakan dengan cara dingin yaitu maserasi. Pelarut etanol baik digunakan untuk ektraksi dilihat dari hasil aktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kelor memiliki nilai IC 50 sebesar 22,1818 µg/mL dengan kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Kesimpulan : Metode ekstraksi dan pelarut yang paling baik digunakan untuk ekstraksi daun kelor adalah metode maserasi dengan pelarut polar yaitu etanol. Aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.} }