@thesis{thesis, author={Laely Widyatul and Minarsih Tri}, title ={Kajian Kandungan Natrium Benzoat Pada Produk Makanan Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)}, year={2021}, url={http://repository2.unw.ac.id/1888/}, abstract={Pengawet dalam jumlah tertentu yang sering digunakan dalam industri produk makanan adalah natrium benzoat. Natrium Benzoat biasa digunakan untuk mengawetkan berbagai produk makanan. Tujuan: Untuk mengetahui berapa kadar Natrium Benzoat yang terdapat pada produk makanan dan apakah kadar tersebut memenuhi persyaratan Peraturan BPOM Nomor 36 tahun 2013 dengan persyaratan yang berbeda yaitu 200- 1000mg/kg tergantung jenis produk makanannya. Metode : Penelitian dilakukan dengan metode literatur Review menggunakan artikel acuan yang terdiri dari 3 artikel nasional dan 2 artikel internasional. Hasil : Hasil analisis kuantitaif dengan metode spektrofotometri UV ?Vis. Artikel 1 kadar natrium benzoat sampel Sambel 157,767- 182,2 mg/kg. Artikel 2 rentang kadar natrium benzoat sampel saus sambel 0774,8-1345,2 mg/kg. Artikel 3 rentang kadar natrium benzoat sampel Cabe giling merah 1690,2 ? 6451,8 mg/kg. Artikel 4 rentang kadar natrium benzoat sampel saus, kecap, pasta tomat, minuman ringan 34.7-639.9 mg/kg. Artikel 5 rentang kadar natrium benzoat sampel yogurt dan acar mentimun pada metode UV 57.0-750.0 mg/kg, sedangkan pada metode KCKT 11.6-395.0 mg/kg. Didalam peraturan BPOM No. 36 thn 2013 penggunaan Natrium Benzoat produk makanan dibatasi kadarnya dengan persyaratan yang berbeda yaitu 200-1000mg/kg tergantung jenis produk makanannya. Berdasarkan BPOM ada beberapa produk yang penggunaan Natrium Benzoat tidak memenuhi persyaratan yaitu 5 sampel saus, 3 cabai giling dan 2 acar mentimun. Kesimpulan : Kadar Natrium benzoat pada produk makanan yang beredar adalah sebesar 11,6 mg/kg- 6431,8 mg/kg. dan terdapat 10 sampel produk makanan yang tidak memenuhi persyaratan BPOM RI No. 36 Thn 2013.} }