@thesis{thesis, author={Zakiy Arkan Kresna}, title ={KAJIAN PENGARUH AMILUM DARI BAHAN ALAMSEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP MUTU FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET PARASETAMOL}, year={2022}, url={http://repository2.unw.ac.id/2318/}, abstract={Sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah, semua komponen tumbuhan alam memiliki banyak manfaat salah satunya kandungan amilum. Amilum digunakan sebagai bahan pengikat dalam formulasi tablet. Amilum dapat berpengaruh terhadap mutu fisik tablet dan profil disolusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh amilum dari bahan alam sebagai bahan pengikat terhadap mutu fisik dan profil disolusi tablet parasetamol. Metode: Penelitian ini menggunakan metode review artikel yang membandingkan data hasil dari 5 artikel, yang terdiri dari 3 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan amilum dari kelima jurnal memiliki kualitas yang berbeda dan telah teruji persyaratan tablet yang baik. Hasil kajian menunjukkan perbedaan amilum sebagai bahan pengikat tablet parasetamol mulai dari kekerasan (2-8 kgf) yang berpengaruh terhadap kerapuhan (0,3-15,9%), waktu hancur (0,7-37,2 menit), hingga profil disolusi tablet(32-94,55%). Hasil uji evaluasi tablet terbaik ada pada jurnal yang pertama dengan penggunaan amilum limbah batang kelapa sawit sebagai bahan pengikat tablet parasetamol jika dibandingkan dengan empat jurnal lainnya. Simpulan: Hasil penelitian diperoleh bahwa bahan pengikat dari alam mempunyai pengaruh terhadap evaluasi mutu fisik dan profil disolusi tablet parasetamol. Hasil disolusi tablet parasetamol menunjukkan beberapa formula memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia yaitu dalam waktu 30 menit tidak kurang dari 80% untuk jurnal 1-3 adalah amilum batang kelapa sawit dengan konsentrasi bahan pengikat 5%-15%, amilum ubi jalar putih 5%-15%, dan memenuhi persyaratan British Pharmacopoeia dalam waktu 45 menit tidak kurang dari 70% zat aktif yang terlarut adalah amilum singkong dengan konsentrasi bahan pengikat 10%.} }