@thesis{thesis, author={Fitriah Hadiatun and Setyowati Heni}, title ={HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI MASA PANDEMIC COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUNCAN LOMBOK TENGAH TAHUN 2021}, year={2022}, url={http://repository2.unw.ac.id/2410/}, abstract={ASI merupakan makanan alamiah atau susu yang mudah dicerna serta mengandung kompisisi nutrisi yang seimbang untuk tumbuh kembang bayi. Suami sebagai orang terdekat harus berperan aktif selama pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan sosial suami terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas muncan lombok tengan tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelatif. Populasinya sebanyak 51 orang. Sampelnya adalah 36 ibu menyusui. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Instrumen penelitiannya menggunakan kuesioner dengan teknik analisis univariate dan bivariate dengan alat uji Chi-Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian di wilayah kerja puskemas muncan Lombok tengan. Dari 36 responden yang memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 30 responden dan 6 responden lainnya tidak memberikan ASInya secara eksklusif. Adapun yang mendapat dukungan sosial suami dengan baik berjumlah 33 responden dan 3 responden kurang mendapat dukungan sosial suami. Hasil analisis Chi-Square hubungan dukungan sosial suami terhadap pemberian ASI Eksklusif adalah 0.015 (<0.05) yang artinya terdapat hubungan antara dukungan sosial suami terhadap pemberian ASI Eksklusif. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa responden pada penelitian ini sudah banyak memberikan ASI secara Eksklusif karna ada dukungan social suami yang diberikan kepada istri, yaitu sebanyak 30 responden yang berhasil memberikan ASI Ekslusif dan 6 responden tidak memberikan ASI secara Eksklusif. Diharapkan kepada masyarakat untuk mendukung dan berkomitmen dalam mensukseskan seluruh anjuran kesehatan terutama pelaksanaan pemberian ASI eksklusif kepada bayi sejak lahir sampai dengan berumur 6 bulan karena itu mendukung generasi yang sehat dan unggul.} }