@thesis{thesis, author={Hikmah Raudhatul and Nafisah Isri}, title ={BEBERAPA METODE PERAWATAN TALI PUSAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU PERCEPATAN PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR: NARRATIVE REVIEW}, year={2022}, url={http://repository2.unw.ac.id/2461/}, abstract={Pada bayi baru lahir, umbilicus atau tali pusat adalah area yang paling rentan untuk kolonisasi bakteri yang kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi neonatal seperti omphalitis dan sepsis. Dengan adanya kejadian infeksi maka hal tersebut dapat menghambat percepatan pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Berbagai disinfektan atau antibiotik untuk perawatan tali pusat neonatal yang telah dilaporkan sperti alkohol, klorheksidin, antibiotik, mupirocin, polibaktin, bacitracin, serbuk yang mengandung hexachlorophene, sulfadiazin perak dan povidone- iodine. Namun, metode yang direkomendasikan berdasarkan bukti eksperimental belum ditetapkan Tujuan: Mengetahui metode paling efektif dalam perawatan tali pusat pada percepatan pelepasan tali pusat Metode: Metode penelitian ini adalah narrative review dengan total 5 jurnal rujukan yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi serta di identifikasi menggunakan rumus PICO. Menentukan kata kunci untuk pencarian database yaitu google scholar, pubmed dan sciencedirect. Hasil: Metode yang paling efektif digunakan untuk percepatan pelepasan tali pusat yaitu dengan menggunakan metode ASI dengan kurun waktu pelepasan 4 hari. Pada metode perawatan kering dan terbuka, iodine poviden dan 70% alcohol didapatkan waktu minimal pelepasan yang sama yaitu dalam kurun waktu 6 hari. Sedangkan pada metode 4% chlorxedine didapatkan waktu minimal pelepasan tali pusat dalam kurun waktu 7 hari. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa, metode yang paling efektif digunakan untuk percepatan pelepasan tali pusat yaitu dengan menggunakan metode ASI dengan kurun waktu pelepasan 4 hari.} }