@thesis{thesis, author={Nur Saniah Aisah Nur and Yuswantina Richa}, title ={ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI TANPA KOMPLIKASI DI PUSKESMAS DEMAK 2}, year={2022}, url={http://repository2.unw.ac.id/2685/}, abstract={Besarnya biaya pengobatan untuk penyakit hipertensi mengindikasikan perlunya dilakukan pengendalian biaya melalui kajian farmakoekonomi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian farmakoekomoni adalah analisis efektivitas biaya.Tujuan nya untuk mengetahui Cost- effective Analisis (CEA) dari beberapa golongan pada biaya terapi antihipertensi berdasarkan nilai ACER dan ICER. Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif, pengambilan data secara retrospektif, dengan menggunakan Teknik sampling total sampling diperoleh sampel sebesar 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, data dianalisis berdasarkan besaran biaya responden dengan analisis ACER dan ICER. Hasil : Mayoritas responden terapi antihipertensi captopril dalam Hipertensi darah stadium 1 sebanyak 13 responden (56.5%), mayoritas responden dengan terapi antihipertensi Amlodipin dalam kategori Klasifikasi stadium 2 sebanyak 4 responden (57.2%), rata rata biaya pasien terapi amlodipin hipertensi tertinggi sebanyak 7 responden dengan biaya sebesar Rp 22.500,-/bulan, sedangkan rata rata biaya pasien terapi antihipertensi captopril sebanyak 23 responden dengan biaya sebesar Rp 19.800,- , outcome terapi antihipertensi captopril responden dalam kategori efektif sebanyak 17 responden (73,9%), mayoritas tingkat outcome antihipertensi amlodipin responden dalam kategori efektif sebanyak 5 responden (71,4%), Harga Avarage Cost Effectiveness (ACER) Amlodipin sebesar Rp 315,13 dan Captopril Rp 267,92. Kesimpulan : Berdasarkan Nilai ACER, Jenis Obat Captopril lebih cost effectiveness daripada obat Amlodipin,} }