@thesis{thesis, author={Astuti Eka Widya and Cahyaningrum Cahyaningrum}, title ={BEBERAPA FAKTOR PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI SUNTIK DMPA (Depo Medroxyprogesterone Acetate) PADA WUS DI POLINDES DESA SETUTA KECAMATAN JANAPRIA, LOMBOK TENGAH, NTB}, year={2022}, url={http://repository2.unw.ac.id/2800/}, abstract={Latar Belakang: Penggunaan metode kontrasepsi terbanyak yang berada di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan jenis kontrasepsi yang digunakan oleh wanita usia subur ialah jenis kontrasepsi suntik sebesar 67,9% sedangkan penggunaan metode kontrasepsi terendah ialah metode MOP sebesar 0,1%. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan Random Sampling dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 55 responden yang berkunjung ke Polindes Desa Stuta. Hasil Penelitian: Hasil dari analisis univariat mengenai beberapa faktor penggunaan metode kontrasepsi suntik DMPA Berdasarkan usia dengan Fase menjarangkan 39 responden (70,9%), dan Fase menghentikan 12 responden (21,8%), Fase menunda 4 responden (7,3%). Berdasarkan pendidikan terakhir, pendidikan dasar 40 responden (72,7%) dan pendidikan menengah 15 responden (27,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan tentang KB suntik, pengetahuan baik 36 responden (65,5%) , pengetahuan cukup 16 responden (29,1%), sedangkan pengetahuan kurang 3 responden (5,5%). Kesimpulan: Gambaran faktor yang mempengaruhi penggunaan metode kontrasepsi DMPA di Polindes Desa Stuta, mayoritas fase menjarangkan yang berusia (20-35 tahun), Pendidikan dasar (SD-SMP), dan mayoritas tingkat pengetahuan mengenai KB suntik dengan pengetahuan baik (benar ?75%).} }