@thesis{thesis, author={Auliansyah Prabu}, title ={PENGARUH VIDEO EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BERGAS KABUPATEN SEMARANG}, year={2023}, url={http://repository2.unw.ac.id/3672/}, abstract={Empat pilar penatalaksanaan penyakit Diabetes Melitus adalah latihan fisik, terapi nutrisi medis, edukasi dan farmakologi. Pemilihan media dalam proses edukasi salah satu komponen penting. Video merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam edukasi kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh video edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperimental. Rancangan penelitian ini yaitu One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner DKQ-24. Jumlah sampel yang digunakan adalah 32 responden. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil: Karakteristik responden pada penelitian ini di dominasi oleh responden berjenis kelamin Perempuan sebesar 78%, Usia 56-65 tahun sebesar 50%, pekerjaan IRT sebesar 63%, pendidikan terakhir SD & SMP sebesar 28%, lama menderita DM 3-5 tahun sebesar 53%, tidak memiliki riwayat keluarga DM sebesar 75% dan tidak pernah mendapatkan pendidikan kesehatan sebesar 72%. Pada tingkat pengetahuan responden didapatkan Tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan intervensi didapatkan sebesar 100% dengan kategori Rendah, 0% dengan kategori Sedang dan 0% dengan kategori Adekuat. Tingkat pengetahuan setelah diberikan intervensi didapatkan sebesar 50% dengan kategori Rendah, 50% dengan kategori Sedang dan 0% dengan kategori Adekuat. Nilai signifikan uji bivariat didapatkan 0,000 (<0,05). Simpulan: Pemberian video edukasi kesehatan melalui media video secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan pasien PROLANIS diabetes melitus di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang} }