@thesis{thesis, author={Ernawati Ernawati}, title ={HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS BOJA II}, year={2023}, url={http://repository2.unw.ac.id/4177/}, abstract={Stres dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara, tetapi ketika stres berlangsung lama, sistem adrenergik akan diaktifkan, mengeluarkan katekolamin dan adrenalin, yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah. Orang tua yang mengalami hipertensi stadium 1 rata-rata mengalami tingkat stres ringan dan sedang, dengan gejala seperti pusing, kelelahan, dan kesulitan tidur. Stres dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara, tetapi ketika stres berlangsung lama, sistem adrenergik akan diaktifkan, mengeluarkan katekolamin dan adrenalin, yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadiaan hipertensi pada lansia di Puskesmas Boja II. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan alat ukur Perceived Stres Scale (PSS-10). Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling, dengan jumlah responden 123 orang. Tehnik analisis yang dilakukan yaitu dengan Analisis Spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 123 responden, 96,7% lansia memliki stres sedang, 71,5% lansia dengan hipertensi 1.Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadiaan hipertensi pada lansia di Puskesmas Boja II. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadiaan hipertensi pada lansia di Puskesmas Boja II. Saran bagi Puskesmas Boja II hendaknya memiliki strategi untuk mendiagnosis hipertensi pada tahap awal dan mencegah atau menunda komplikasinya pada kelompok usia ini karena beban hipertensi cenderung meningkat karena meningkatnya angka harapan hidup.} }