@thesis{thesis, author={MANALU LISNA}, title ={HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS RESTU IBU BALIKPAPAN}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4344/}, abstract={Latar Belakang:penderita gagal ginjal kronik harus melakukan terapi hemodialisa, umunya pasien Gagal Ginjal Kronik menjalanai terapi hemodialisa dua kali dalam seminggu, dengan cara tindakan memerlukan waktu tiga sampai empat jam dalam sekali terapi. Lama hemodialisa berperan penting dalam mempengaruhi kualitas hidup, pasien gagal ginjal Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah total sampling. Instrumen yang di gunakan adalah Kuesioner WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life). uji statistik bivariat menggunakan chi-square test Hasil: dari total 40 responden, separuhnya, yakni 20 orang (50%), mempunyai kualitas hidup dalam kategori sedang. Sementara itu, 20 orang responden lainnya (50%) tergolong mempunyai kualitas hidup yang baik.. Hasil uji statistik bivariat menggunakan chi-square test di peroleh nilai sig (0,024) < ? (0,05). Ada hubungan yang signifikan antara lama hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara lama hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan. Saran : Disarankan kepada pasien penderita gagal ginjal kronis untuk tetap rutin menjalani terapi hemodialisa serta mematuhi larangan dan anjuran yang diberikan oleh perawat atau dokter, agar kualitas hidup penderita gagal ginjal kronis menjadi lebih baik Kata Kunci: Kualitas Hidup, Lama Menjalani Hemodialisa, GGK} }