@thesis{thesis, author={Dika Lestari Putri}, title ={PENGELOLAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN BERULANG DENGAN PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN INTERVENSI PEMAHAMAN OBAT DI SOEROJO HOSPITAL}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4353/}, abstract={Halusinasi merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa yang memiliki resiko melakukan bunuh diri dan merupakan kondisi dimana seseorang kesulitan membedakan antara nyata dan tidak nyata. Kasus halusinasi tersebut banyak terjadi kekambuhan sehingga penulis menyusun strategi pelaksanaan intervensi pemahaman obat dimana salah satu implementasi yang diterapkan untuk mengatasi masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran berupa pemahaman obat. Karena masalah keperawatan ini sering muncul kekambuhan yang berulang dan disebabkan oleh ketidakpatuhan pasien tentang konsumsi terapi obatnya. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengelolaan pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi melalui penerapan strategi pelaksanaan dengan intervensi pemahaman obat pada pasien halusinasi di Soerojo Hospital. Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif, yang mana menggambarkan keseluruhan proses pengelolaan gangguan persepsi sensori: halusinasi yang berulang dengan menekankan implementasi pemahaman obat. Proses pengelolaan dilakukan selama empat hari dengan menggunakan proses keperawatan. Proses keperawatan terdiri atas pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil pengelolaan didapatkan pasien dengan halusinasi yang berulang muncul halusinasinya dikarenakan adanya masalah perasaan pasien yang merasa sudah sembuh atau belum mematuhi tentang minum obat. Implementasi yang dilakukan pada pasien tentang obat, maka pasien semakin paham tentang manfaat obat, akibat tidak minum obat, efek samping obat, syarat berhenti minum obat, dan pemahaman obat sebagai syarat pulang telah tercapai. Pasien sudah terlihat tenang, mampu mandiri dalam mengkonsumsi obat serta bisa mengontrol halusinasinya dengan apa yang sudah bisa dan tetap mengkonsumsi obat sampai ada keputusan dari dokter bahwa harus berhenti maupun mengurangi dosis obat. Bagi perawat Soerojo Hospital khususnya pada pasien yang mau pulang dan sering mengalami kekambuhan karena masalah obat, harus tetap ditegaskan untuk syarat berhenti minum obat dan motivasi minum obat.} }