@thesis{thesis, author={Nadiya Nur}, title ={Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makan Siang Pasien Rawat Inap Isolasi Paru Di Rsud Sultan Suriansyah Banjarmasin Kalimantan Selatan}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4358/}, abstract={Latar Belakang: Sisa makanan dikatakan tinggi atau banyak jika pasien meninggalkan sisa makanan ?20%, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan defisiensi zat-zat gizi (PGRS, 2013). Standar pelayanan minimal (SPM) Instalasi Gizi RSUD Sultan Suriansyah bulan Juli - November 2023 sisa makanan pasien non infeksius yaitu 12,10%. Sedangkan pada ruangan infeksius isolasi paru tidak ada karena belum pernah dilakukan penelitian. Tujuan : Sehingga penelitian dilakukan sebagai bahan evaluasi bagi rumah sakit dan instalasi gizi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan indikator keberhasilan penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Metode: Metode yang digunakan cross sectional, objek penelitian diukur atau dikumpulkan hanya satu kali dalam waktu yang sama, penelitian dilakukan selama 1 siklus menu atau 10 hari, 1 jam setelah makan siang didistribusikan, sampel penelitian pasien isolasi paru non-TB non-diet dengan rentang usia dewasa. Data diperoleh dengan formulir Comstock dan kuesioner yang dintegrasikan oleh peneliti melalui googleform. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil: hasil penelitian menunjukkan sisa makanan pasien dengan kategori banyak sebesar 58,1%, dan faktor yang berhubungan dengan sisa makanan yaitu makanan yang dibawa dari luar rumah sakit dengan hasil p=0,029. Simpulan: faktor yang berhubungan dengan sisa makan siang pasien rawat inap isolasi paru adalah makanan yan dibawa dari luar rumah sakit dengan p=0,029. Kata Kunci : sisa makanan, Comstock, rawat inap non infeksius} }