@thesis{thesis, author={Ristanto Cosa Agrif}, title ={PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN MENGHARDIK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI SOEROJO HOSPITAL}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4492/}, abstract={Halusinasi merupakan persepsi palsu yang terjadi pada respon neurobiologis. Halusinasi menimbulkan banyak dampak, salah satunya seseorang akan kehilangan unsur pengendalian diri serta kemampuan berfikir secara logika. Kasus ini memerlukan penanganan yang efektif dimana salah satu implementasi yang diterapkan untuk mengatasi masalah keperawatan gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan berupa strategi pelaksanaan menghardik. Karena masalah keperawatan ini sering muncul kekambuhan yang disebabkan pasien tidak mampu atau lupa dalam mengontrol halusinasinya. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengelolaan pasien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi melalui penerapan strategi pelaksanaan menghardik di Soerojo Hospital. Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif, yang mana menggambarkan keseluruhan proses pengelolaan gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan dengan menekankan implementasi menghardik. proses pengelolaan dilakukan selama tiga hari dengan menggunakan proses keperawatan. Proses keperawatan tersebut meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil pengelolaan didapatkan pasien dengan halusinasi penglihatan dan pendengaran dikarenakan adanya kekambuhan yang berulang dan pasien lupa bagaimana cara kontrol halusinasinya. Implementasi yang dilakukan pada pasien tentang menghardik, maka pasien pasien paham tentang menghardik, pasien mampu menghardik secara mandiri, dan pasien bisa melakukan menghardik ketika halusinasinya muncul. Pasien sudah terlihat mampu dalam menghardik dan mau melakukan menghardik. Bagi masyarakat dan keluarga bisa memberikan motivasi bagi anggota keluarga yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Keluarga harus lebih aktif mencari informasi dengan menanyakan bagaimana perawatan selanjutnya ketika di rumah.} }