@thesis{thesis, author={Samani Ahmad Najib}, title ={PENGARUH THIAMIN, KAPTOPRIL, VITAMIN E DAN HERBAL 3in1 TERHADAP KADAR KALSIUM OKSALAT DAN MALONDIALDEHID PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ETILEN GLIKOL}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4621/}, abstract={Batu ginjal merupakan gangguan klinis akibat terjadinya sumbatan komponen batu yang mengkristal dan menghambat kerja ginjal pada kaliks atau pelvis ginjal karena disebabkan oleh gangguan keseimbangan pada pengendapan dan kelarutan garam di saluran urin serta ginjal akibat adanya sumbatan (Bangash et al., 2011). Prevalensi terjadinya penyakit batu ginjal diketahui meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia, dan diperkirakan 1-15% orang menderita penyakit batu ginjal selama hidupnya (Morgan dan Pearle, 2016). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh obat thiamin, kaptopril, vitamin E dan herbal 3in1 terhadap kadar oksalat dan malondialdehid pada tikus induksi etilen glikol. Metode : Posttest Only With Control Group Design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (EG), thiamin, kaptopril, vitamin E dan herbal 3in1. Kelompok kontrol negatif diberi induksi etilen glikol selama 28 hari dan kelompok thiamin, kaptopril, vitamin E dan herbal 3in1 diberi induksi etilen glikol selama 14 hari + obat pada hari ke 15-28. Analisis data menggunakan uji Kruskall-Walllis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann- Whitney. Hasil : Kadar oksalat tertinggi diperoleh pada kelompok vitamin E (12,50±0,62 %), thiamin (11,54±2,63 %), dan EG (11,52±1,14 %). Sementara itu, kadar malondialdehid tertinggi yaitu pada kelompok vitamin E dan kaptopril dengan kadar (12,50±0,62 mg/dL) dan (19,04±9,52 mg/dL) dan disusul oleh kelompok thiamin dengan kadar (14,63±10,07 mg/dL). Tidak ada perbedaan bermakna pengukuran kadar oksalat dan malondialdehid pada setiap kelompok perlakuan. Kesimpulan : Pemberian thiamin, kaptopril, vitamin E dan herbal kamil 3in1 tidak terdapat pengaruh terhadap kadar oksalat ginjal dan malondialdehid plasma pada tikus yang diinduksi etilen glikol dengan nilai p(<0,05).} }