@thesis{thesis, author={Mariatun Mariatun}, title ={UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DENGAN VARIASI PELARUT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4623/}, abstract={Daun jambu biji (Psidium guajava L) mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Staphlococcus epidermidis adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu biji terhadap bakteri Staphlococcus epidermidis. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental diawali dengan ekstraksi metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, etil asetat dan n-heksan, kemudian dibuat konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Kontrol positif menggunakan disk doksisiklin dan kontrol negatif adalah DMSO. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil: Rata-rata zona hambat konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% ekstrak etanol 96% daun jambu biji adalah 4,55 ± 0,1 mm, 5,58 ± 0,41 mm, 6,38 ± 0,15 mm, 7,25 ± 0,1 mm, 9,45 ± 0,26 mm pada etil asetat 1,35 ± 0,1 mm, 2,26 ± 0,12 mm, 3,28 ± 0,11 mm, 7,35 ± 0,2 mm, 8,68 ± 0,58 mm dan ekstrak n-heksan adalah 0,71 ± 0,63 mm, 1,41 ± 0,37 mm, 2,21 ± 0,11 mm, 3,15 ± 0,96 mm dan 4,28 mm. Kesimpulan: Ekstrak etanol 96% dan etil asetat mengandung flavonoid, tanin, saponin, steroid, fenolik. Ekstrak n-heksan mengandung tanin, saponin, steroid, fenolik. Aktivitas antibakteri paling baik terdapat pada ekstrak etanol 96% dengan rata-rata zona hambat 9,45 mm. Terdapat perbedaan signifikan pada aktivitas antibakteri antara ekstrak etanol dengan n-heksan dan etil asetat. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan dan etil asetat. Potensi ekstrak daun jambu biji dengan pelarut etanol 96% dalam menghambat bakteri Staphyloccus epidermidis adalah sedang.} }