@thesis{thesis, author={Cahyati Siti Hardi Yanti}, title ={Perbedaan Penurunan Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Birth Ball Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Wilayah Kerja Puskesmas Penajam}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4627/}, abstract={Latar Belakang: Birth ball merupakan salah satu terapi non farmakologi dan merupakan terapi fisik sederhana yang menggunakan bola. Birth ball dapat diartikan sebagai olahraga bagi ibu hamil, ibu nifas, dan ibu pasca melahirkan dengan menggunakan bola. Terapi Birth ball ini dapat mengurangi sepertiga nyeri punggung wanita hamil trimester III yang disebabkan oleh peningkatan berat badan yang signifikan dan perut yang membesar dengan bertambahnya usia kehamilan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh penggunaan birth ball dengan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Penajam. Metode: Metode yang digunakan yaitu Quasi Experimen menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design tanpa kelompok kontrol, dan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 18 orang ibu hamil trimester III. Hasil: Skala nyeri sebelum dilakukan terapi birth ball pada ibu hamil trimester III dengan jumlah 18 responden, paling banyak ibu hamil yang mengalami nyeri sedang dengan jumlah 12 responden (66,7%). Skala nyeri sesudah dilakukan terapi birth ball, rata-rata banyak ibu hamil yang mengalami tidak nyeri dan nyeri ringan dengan jumlah masing-masing 7 responden (38,9%), dan mengalami nyeri sedang dengan jumlah 4 responden (22,2%). Hasil nilai t hitung didapatkan 6,174 > t tabel 2.101 dan p value 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan birth ball dengan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Penajam. Simpulan: Diharapkan intervensi birthball dapat menjadi salah satu alternatif bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan persalinan untuk meningkatkan keterampilan bidan dalam melakukan pertolongan persalinan normal guna menurunkan angka morbilitas dan mortalitas ibu hamil dan neonatal.} }