@thesis{thesis, author={Novia Ramadhani Nawang}, title ={OPTIMASI FORMULA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOEMULSI MINYAK BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata D.)}, year={2024}, url={http://repository2.unw.ac.id/4630/}, abstract={Biji labu kuning memiliki kandungan metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan. Optimasi formula nanoemulsi minyak biji labu kuning menggunakan design expert dapat memberikan komposisi optimum untuk menghasilkan sediaan nanoemulsi stabil dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum nanoemulsi minyak biji labu kuning dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan dan aktivitas antioksidan yang kuat. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan formulasi minyak biji labu kuning sebagai fase minyak, aquadest sebagai fase air, tween 80 dan span 80 sebagai surfaktan, dan PEG 400 sebagai kosurfaktan. Nanoemulsi dikarakterisasi fisik dengan parameter ukuran partikel, PDI, persen transmitan, organoleptis, pH, viskositas, tipe nanoemulsi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan software SPSS Versi 25. Hasil: Nanoemulsi minyak biji labu kuning memiliki komposisi optimum dengan minyak biji labu kuning, kombinasi surfaktan tween 80 7,032%, span 2%, dan kosurfaktan PEG 400 2,968%. Nanoemulsi minyak biji labu kuning memiliki karakteristik yang memenuhi persyaratan meliputi ukuran partikel dengan rata-rata 42,36±8,518 nm, nilai PDI dengan rata-rata 0,410±0,036, persen transmitan 90,469±0,186%, organoleptis bentuk cair, tidak berbau, berwarna putih susu, dan homogen. pH dengan rata-rata 5,173±0,025, viskositas dengan rata-rata 12±0 cP, dan tipe nanoemulsi O/W. Hasil IC50 kuersetin 9,535±0,055 ppm, IC50 minyak biji labu kuning 9,466±0,072 ppm, dan IC50 nanoemulsi minyak biji labu kuning hasil optimasi sebesar 10,557±0,109 ppm. Kesimpulan: Formula optimum nanoemulsi minyak biji labu kuning yang dihasilkan design expert memiliki karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan dan aktivitas antioksidan sangat kuat.} }