@thesis{thesis, author={Ali Mahrus}, title ={Uji Daya Hasil Produksi Tss Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Varietas Biru Lancor Dengan Aplikasi Bap Pada Polinasi Alami}, year={2022}, url={https://sipora.polije.ac.id/14129/}, abstract={Uji Daya Hasil Produksi TSS Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Biru Lancor Dengan Aplikasi BAP Pada Polinasi Alami. Mahrus Ali, A31190432, Tahun 2022, Produksi Pertanian / Produksi Tanaman Hortikultura. Dosen Pembimbing Dr. Ir. Edi Siswadi, MP. Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) adalah komoditas hortikultura berumbi lapis yang dapat digunakan sebagai bahan masakan tradisional dan industri serta obat tradisional. Harga bawang merah relatif tidak stabil dengan koefisien keragaman sebesar 19,76 % dan disparitas harga mencapai 11,27 %. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil produksi TSS dan kelayakan usaha tani antara paket perlakuan BAP dengan perlakuan tanpa BAP terhadap pertumbuhan vegetatif dan hasil produksi TSS bawang merah varietas biru lancor di dataran rendah pada polinasi alami. Metode yang digunakan adalah analisis statistik Uji-t dengan membandingkan 2 paket perlakuan yaitu paket perlakuan BAP (P1) dengan paket perlakuan tanpa BAP (P2). Tinggi tanaman pada 7 HST berpengaruh sangat nyata namun pada tinggi tanaman 14 HST, 21 HST, dan 42 HST tidak berbeda nyata dan jumlah daun pada 7 HST, 14 HST, 21 HST, 28 HST, 35 HST, 42 HST serta jumlah anakan pada 14 HST, 21 HST, 28 HST, 35 HST, dan 42 HST menunjukan hasil yang sangat berbeda nyata. Hasil penelitian pada parameter pembungaan dan pembentukan kapsul berdasarkan analisis uji-t dengan aplikasi BAP berpengaruh nyata terhadap persentase tanaman berbunga, jumlah bunga per umbel, Jumlah kapsul per umbel, Waktu muncul umbel, Jumlah umbel pertanaman, dan Waktu bunga mekar dengan persentase tanaman berbunga 40% pada umur 50 HST dan persentase pembentukan kapsul 12,73%. Perlakuan BAP berpengaruh nyata terhadap Jumlah biji per umbel serta berpengaruh sangat nyata terhadap Bobot 20 butir TSS namun tidak berpengaruh nyata terhadap Bobot TSS per umbel dan Bobot TSS pertanaman dengan total 90 biji per 30 sampel. Diperoleh hasil analisis usaha tani yang kurang layak untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio < 1 yaitu sebesar 0,84.} }