@thesis{thesis, author={Widiyastuti Leny}, title ={Uji Daya Hasil Produksi Tss Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Varietas Biru Lancor Dengan Aplikasi Vernalisasi Dan Menggunakan Alat Polinasi}, year={2022}, url={https://sipora.polije.ac.id/14269/}, abstract={Uji Daya Hasil Produksi TSS Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Varietas Biru Lancor Dengan Aplikasi Vernalisasi Dan Menggunakan Alat Polinasi. Leny Widiyastuti, A31191438, Tahun 2019, Produksi Pertanian / Produksi Tanaman Hortikultura. Pembimbing Dr. Ir. Edi Siswadi, MP. Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura sayuran yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Biru lancor merupakan salah satu jenis bawang merah hibrida yang cocok ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Umumnya budidaya bawang merah ditanam secara vegetatif, tanaman hasil pembiakan vegetatif sangat rentan terhadap patogen yang dibawa oleh induknya. Maka solusi untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah ialah dengan perbanyakan secara generatif yaitu perbaikan varietas bawang merah menggunakan bahan tanam yang berasal dari biji atau benih True Shallot Seed (TSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara perlakuan vernalisasi dan Tanpa vernalisasi dengan menggunkan alat polinasi. Serta kelayakan usaha tani produksi TTS bawang merah varietas biru lancor. Metode yang digunakan adalah analisis statistik Uji-t dengan membandingkan 2 perlakuan yaitu vernalisasi (P1), tanpa vernalisasi (P2). Dan analisis usha tani Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan vernalisasi memberikan pengaruh sangat nyata (**) terhadap parameter jumlah daun pada umur 28 HST dengan nilai terbesar 21.73 cm, jumlah umbel per tanaman sebanyak 5 umbel, jumlah bunga per perlakuan sebanyak 6 bunga, dan persentase pembentukan kapsul per umbel sebesar 24,24%. bunga mekar pada 28 HST, Waktu berbunga 20% pada 33 HST, dan persentase tanaman berbunga dengan nilai terbesar 20 %, pembentukan kapsul yaitu jumlah kapsul per umbel dengan nilai terbesar 4 buah, produksi benih botani (TSS) meliputi jumlah biji per umbel dengan jumlah terbanyak 8 butir,} }