@thesis{thesis, author={Kuriandi Erren Bayu}, title ={Evaluasi Performa Strain Isa Brown Fase Layer Dengan Program Molting Di Ud Mahakarya Farm}, year={2022}, url={https://sipora.polije.ac.id/15482/}, abstract={Telur merupakan distributor paling banyak untuk masyarakat Indonesia. Sehingga para peternak mencoba untuk mengkalkulasi tingkat produksi ayam petelur. Di UD. Mahakarya Farm mengunakan ayam strain isa brown sebagai distributor penghasil telur. Dengan adanya ayam petelur, pimpinan perusahaan mencanangkan adanya program molting pada umur 80 minggu hingga umur 84 minggu, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana performa antara fase layer dengan program molting. Pengamatan dilakukan pada tanggal 1 September hingga 31 Desember 2021 di UD. Mahakarya Farm. Bahan pengamatan yang digunakan 3 kandang fase layer dan 3 kandang program molting. Masing-masing kandang populasi ayam petelur 1000 ekor. Parameter pengamatan meliputi konsumsi pakan dan minum, recording produksi telur harian dan henday production dari pengamatan hasil produksi harian antara ayam petelur fase layer dengan program molting yang sama-sama umur 80 minggu, dan penelitian dilakukan penelitian selama 5 minggu. Dengan mengkalkulasi data total produksi telur selama 5 minggu dan rata-rata henday production tiap minggu antara fase layer dengan program molting. Hasil identifikasi yang diperoleh menggunakan analisis konten. Hasil penjelasan bahwa antara ayam petelur strain isa brown fase layer dengan program molting, hasil rata-rata recording produksi telur harian dan henday production didapatkan lebih baik meneruskan fase layer hingga fase afkir, karena produksi yang dihasilkan program molting tersebut terus menurun dan semakin buruk bila dibandingkan dengan fase layer, fase layer sendiri pada minggu 82 hingga minggu 84 mengalami kenaikan produksi dan henday production. Saran pada penelitian, sebaiknya meneruskan program molting hingga terlihat ada peningkatan produksi, yaitu pada umur program molting 5 minggu dan puncak produksi program molting pada minggu ke 7. Selain itu jika produksi dan henday production masih menguntungkan tidak perlu di program molting.} }