@thesis{thesis, author={Amali Hanif Aska}, title ={Aplikasi Urine Kelinci Pada Budidaya Semangka Non Biji (CitrullusVulgaris) Dengan Sistem Turus}, year={2020}, url={https://sipora.polije.ac.id/716/}, abstract={Semangka Merupakan Tanaman Semusim Yang Buahnya Digemari Oleh Masyarakat Indonesia. Permintaan Semangka Non Biji Tergolong Tinggi Sehingga Tidak Jarang Permintaan Tersebut Tidak Terpenuhi, Sehingga Harus Digantikan Dengan Semangka Berbiji. Perkembangan Perluasan Areal Penanaman Semangka Non Biji Yang Disebabkan Oleh Beberapa Faktor Diantaranya Adalah Belum Dikuasainya Teknologi Budidaya Secara Intensif, Dengan Benar Dan Inovasi Yang Kurang Mendukung. Sistem Turus Ini Dapat Meningkatkan Jumlah Populasi Tanaman Semangka Persatuan Luas. Hal Ini Dikarenakan Sistem Turus Lebih Diarahkan Pada Pertumbuhan Tanaman Secara Vertical (Keatas) Dengan Bantuan Turus. Ketersediaan Limbah Urine Ternak Kelinci Merupakan Salah Satu Media Untuk Melengkapi Unsur Hara Pada Tanah. Urine Kelinci Mengandung Unsur Hara Yang Tinggi Dan Lengkap Dari Pada Kotoran Dan Urine Ternak Lain Seperti Sapi, Kerbau, Domba, Kuda, Babi, Bahkan Ayam. Pupuk Organik Cair Urine Kelinci Selain Sebagai Penambah Unsur Hara, Pupuk Organik Cair Dari Urine Kelinci Juga Dapat Menekan Biaya Usaha Tani. Tujuan Penelitian Ini Untuk Mengetahui Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Buah Semangka Non Biji Dengan Penggunaan Turus, Serta Mengetahui Kelayakan Usaha Tani Budidaya Semangka Non Biji Dengan Sistem Turus. Penelitian Ini Di Laksanakan Pada Bulan Juli ? September 2019. Proyek Usaha Mandiri Ini Dilaksanakan Di Lahan Pertanian Dusun Balekambang, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ketinggian Tempat <89 Mdpl, Suhu Berkisar Antara 24ºc - 31ºc, Dan Jenis Tanah Lempung Berpasir. Budidaya Semangka Non Biji Dilakukan Dengan Membagi Lahan Menjadi 2 Bagian, Yaitu Lahan 1 Dengan Luasan 400 M² Menggunakan Perlakuan} }