@thesis{thesis, author={Dewanti Rara Anggi}, title ={Produksi Dan Pemasaran Bakso Goreng Ayam Dengan Penambahan Wortel}, year={2021}, url={https://sipora.polije.ac.id/7427/}, abstract={Bakso goreng atau yang biasa disebut dengan basreng merupakan makanan ringan khas sunda yang biasanya terbuat dari bakso ikan. Makanan ini sudah sangat terkenal di kalangan anak-anak muda maupun dewasa, sehingga bakso goreng ini memiliki peluang yang besar untuk dapat diterima konsumen. Produksi daging ayam dan wortel sangat melimpah, khsusunya di Jawa Timur. Hal ini menjadikan ide untuk dijadikan inovasi pangan serta daging ayam dan wortel sendiri memiliki kandungan gizi yang yang tinggi. Bahan utama dalam pembuatan bakso goreng ayam dengan penambahan wortel ini merupakan daging ayam, wortel, tepung tapioka, garam, merica, bawang putih, telur, es dan bahan tambahan seperti minyak dan bumbu balado. Tahapan dalam pembuatan bakso goreng ayam dengan penambahan wortel yaitu mulai dari persiapan alat dan bahan, trimming, pencucian, pemarutan wortel, penimbangan, penggilingan, pencampuran, pembentukan, perebusan, pendinginan, pengirisan, penggorengan, pemberian bumbu dan pengemasan. Pemasaran bakso goreng ayam dengan penambahan wortel ini dilakukan dengan metode secara langsung dan tidak langsung. Pemasaran secara langsung dilakukan dengan menawarkan produk secara langsung pada konsumen, tetangga, maupun saudara sekitar. Sedangkan pemasaran produk secara tidak langsung dilakukan dengan mempromosikannya melalui media sosial WhatsApp, Instagram dan Facebook. Produksi bakso goreng ayam dengan penambahan wortel dilakukan sebanyak 10 kali produksi yang menghasilkan 11 kemasan tiap produksinya, sehingga selama 10 kali produksi menghasilkan 110 kemasan dengan berat per kemasan sebanyak 90 gram. Harga jual per kemasannya sebesar Rp 12.000 dengan keuntungan Rp 322.741, laju keuntungan sebesar 32,36% dan R/C ratio 1,32.} }