@thesis{thesis, author={Syarfan Yusron Widad}, title ={Implementasi Sistem Keamanan Jaringan Berbasis Intrusion Detection System (IDS) Dengan Telegram Alert Menggunakan Snort Pada Sistem Operasi Debian}, year={2021}, url={https://sipora.polije.ac.id/7775/}, abstract={Pada era perkembangan dunia teknologi saat ini, sudah dapat membuat jaringan dengan mudah. Dengan terbentuknya sebuah jaringan yang memungkinkan berinteraksi maupun bertukar data dengan lebih efisien dan praktis. Akses yang mudah terhadap informasi tersebut menyebabkan timbulnya masalah baru yaitu informasi atau data-data penting dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan sendiri, sehingga suatu sistem keamanan jaringan menjadi salah satu aspek yang penting. Tidak semua informasi dapat diakses untuk umum. Internet merupakan jaringan luas dan bersifat publik, oleh karena itu diperlukan suatu usaha untuk menjamin keamanan informasi terhadap data atau layanan yang menggunakan internet. Internet merupakan salah satu bentuk jaringan yang mana dapat menghubungkan perangkat-perangkat di seluruh dunia. pada tahun 2019 jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,7 juta jiwa. Angka ini setara dengan 73,7% dari total penduduk Indonesia yaitu 266,9 juta jiwa. Dengan begitu pentingnya keberadaan suatu jaringan, tentu tidak boleh mengesampingkan dari sisi keamanannya. Intrusion Detection System (IDS) adalah sebuah sistem yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. Jika ditemukan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan berhubungan dengan traffic jaringan, maka IDS akan memberikan peringatan kepada sistem atau administrator jaringan.} }