@thesis{thesis, author={Lusi Hartati Lusi Hartati}, title ={Teknik Produksi Parent Seed Mentimun Di Cv. Jogja Horti Lestari Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta}, year={2014}, url={https://sipora.polije.ac.id/8979/}, abstract={RINGKASAN Teknik Produksi Parent Seed Mentimun Di CV. Jogja Horti Lestari Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Lusi Hartati. A4110865; Juli; 2014. 48 Halaman. Program Studi Teknik Produksi Benih. Produksi Pertanian. Politeknik Negeri Jember. CV. Jogja Horti Lestari merupakan perusahaan benih nasional swasta yang bergerak di bidang perbenihan dan pemuliaan tanaman hortikultura, termasuk benih mentimun. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan produksi benih dan pemuliaan tanaman mentimun di CV. Jogja Horti Lestari mahasiswa perlu melakukan kegiatan seperti magang kerja industri sebagai upaya peningkatan kompetensi. Magang Kerja Industri (MKI) bertujuan untuk melatih mahasiswa untuk terjun langsung dalam suatu kegiatan dalam dunia kerja dan mampu menjadi lulusan Sarjana Saint Terapan (S.ST) yang memiliki keahlian dan keterampilan mengenai teknik produksi parent seed Mentimun. Metode yang digunakan dalam kegiatan MKI ini adalah dengan praktek lapang, demonstrasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari kegiatan MKI yang telah dilakukan yaitu CV. Jogja Horti Lestari merupakan perusahaan yang sedang berkembang yang terus melakukan peningkatan penelitian, pengembangan dan produksi benih-benih sayuran yang berkualitas unggul dimulai dengan benih OP (open pollinated) dan F1 (Hybrida) yang berorientasi pada kebutuhan pasar, khususnya petani sayuran di Indonesia termasuk benih mentimun. Karena masih berkembang, CV. Jogja Horti Lestari masih belum memiliki struktur organisasi yang lengkap. Sehingga tugas direktur disini mencakup hampir seluruh kegiatan yang ada dari mulai survey pasar, breeding, hingga masalah keuangan. Berdasarkan kegiatan MKI yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tahapan dalam teknik produksi parent seed mentimun di CV. Jogja Horti Lestari dimulai dari persiapan lahan pertanaman, pembibitan, penanaman dan penyulaman, pemeliharaan tanaman, hibridisasi, panen, dan penanganan pasca panen. Adapun hasil dari produksinya berupa benih indukan yang telah dikemas.} }