A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={DIAN PUJI LESTARI }, title ={PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA}, year={2023}, url={http://student-repository.ut.ac.id/id/eprint/3744/}, abstract={Pandangan dan mentalitas masa depan anak-anak dapat dibentuk, sebagian besar, oleh paparan mereka terhadap Pendidikan Kewarganegaraan (Kewarganegaraan). Paradigma ideal untuk mengajar PKn akan mencakup ketiga jenis pembelajaran ? kognitif, emotif, dan psikomotorik. Temuan awal menunjukkan bahwa paradigma pembelajaran role play tidak digunakan oleh siswa SDN Kotalama I Kota Malang Kota. Secara individual, hanya 80% siswa yang lulus. Beberapa dari siswa ini bahkan tidak lulus kursus. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran bermain peran, yang mungkin termasuk komponen kognitif, emosional, dan psikomotorik, merupakan alternatif yang menjanjikan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dua siklus. Setiap siklus mencakup fase perencanaan, penilaian, dan refleksi. Tingkat penguasaan minimal yang diperlukan adalah 80, dengan tingkat penyelesaian 80 persen untuk semua kursus yang dicakup. Guru dan 28 siswa kelas IA di SDN Kotalama I Kabupaten Kedungkandang terdiri dari subjek penelitian. Observasi dan pengujian digunakan sebagai metode pengumpulan data. Instrumen pengumpulan data meliputi panduan evaluasi kegiatan belajar siswa, panduan observasi permainan peran siswa, dan ujian pasca pelajaran. Adopsi model pembelajaran bermain peran menghasilkan temuan analisis data berikut: 1) Kapasitas guru untuk mengajar sesuai dengan Rencana Pembelajaran adalah 90 persen; 2) 86 persen siswa menyelesaikan kursus. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi model pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam kursus terkait PKn. Oleh karena itu, disarankan agar instruktur menggunakan paradigma ini dalam kegiatan pembelajaran, terutama untuk mata kuliah yang berhubungan dengan kewarganegaraan.} }