Institusion
Institut Teknologi Bandung
Author
SRI NURHASANAH (NIM 10504020), EUIS (STUDENT ID : )
Subject
Datestamp
0000-00-00 00:00:00
Abstract :
Mitokondria memiliki DNA tersendiri yang diturunkan secara maternal dan memiliki variabilitas tinggi, terutama pada daerah hypervariable I (HVSI) dan hypervariable II (HVSII) dalam daerah control region D-Loop. Akumulasi mutasi DNA mitokondria (mtDNA) dapat menyebabkan malfungsi mitokondria, yang dalam tingkat lanjut menyebabkan disfungsi jaringan. Akumulasi mutasi mtDNA merupakan kontributor penting proses penuaan (ageing), sehingga ageing menjadi faktor resiko utama beberapa penyakit degeneratif. Penelitian mengenai mutasi mtDNA terkait ageing telah banyak dilakukan, namun belum ada data mutasi mtDNA manusia Indonesia yang telah dilaporkan. Pada penelitian ini dilakukan analisis mutasi mtDNA individu Indonesia berusia 120, 35, dan 21 tahun. Templat mtDNA dari sel epitel mulut diperoleh dengan lisis dan diamplifikasi dengan PCR. Visualisasi hasil PCR dengan elektroforesis gel agarosa menunjukkan satu pita DNA berukuran 0,9 kb. Urutan nukleotida mtDNA sampel ditentukan dengan metoda Dideoksi Sanger dan dibandingkan dengan urutan CRS (Cambridge Reference Sequence). Hasil analisis menunjukkan mutasi di posisi 16032-16194 pada individu berusia tua lebih banyak daripada individu berusia muda. Disarankan untuk menganalisis lebih lanjut keseluruhan genom mitokondria dan sampel-sampel mtDNA dari individu lansia lainnya agar mutasi yang ditemukan tersebut dapat dikonfirmasi apakah spesifik terkait ageing.