Institusion
Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara
Author
PUTRATAMA, JUNAEDI SUGANA
Sugiarto, Sugiarto
Subject
Teknik Mesin
Datestamp
2019-09-27 02:34:49
Abstract :
Ruang bakar PLTU Tarahan menggunakan dinding pipa air (water wall tube) untuk memanasi air untuk menghasilkan uap dan memutar turbin, pemanasan tersebut menggunakan prinsip radiasi dan konveksi. Oleh karena itu, masalah yang sering di hadapi adalah penipisan dan bocornya water wall tube karena sifat abrasif dari sirkulasi material bed itu sendiri. Masalah penipisan dan bocornya water wall tube merupakan masalah yang sangat mendesak untuk segera di cari solusinya. Hingga saat ini, ada dua metode yang digunakan dalam mengatasi masalah abrasif material bed, yaitu dengan metode coating dan metode retubing. Namun hingga kini belum ada jadwal pasti dalam melakukan retubing itu sendiri dikarenakan terlalu random-nya laju penipisan yang terjadi.
Tapi bukan berarti jadwal retubing tidak dapat di analisa dan ditentukan, karena terdapat daerah-daerah yang paling sering dilakukan retubing dan paling rawan oleh sifat abrasif material bed, yaitu pada elevasi 14. Analisa jadwal retubing dilakukan menggunakan data pengukuran ketebalan sewaktu melakukan inspeksi ultrasonic dari 2 Agustus 2008 hingga7 April 2009. Melalui pengujian dengan metode EDX (Energy Dispersive X-ray), dapat diketahui komposisi kimia komponen material bed, yaitu pasir kuarsa dan lime stone. Dari data tersebut, dapat dianalisa tingkat kekerasan water wall tube dan material bed di lihat dari unsur-unsur yang terkandung di dalamnya berdasarkan skala kekerasan Mohs. Sehingga dapat diketahui unsur mana yang lebih dominan dalam terjadinya penipisan water wall tube PLTU Tarahan.