Abstract :
Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan. Untuk meningkatkan peran aktif pria dalam program KB maka diperlukan sarana kontrasepsi yang lebih aman. Dari beberapa penelitian ternyata penggunaan tanaman sebagai bahan kontrasepsi menjadi prioritas untuk diteliti karena toksisitasnya rendah, mudah diperoleh dan harganya murah. Pengkajian mengenai ekstrak etanol daun pepaya telah diketahui memberikan pengaruh terhadap motilitas tikus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas antifertilitas ekstrak daun papaya (Carica Papaya L.) terhadap aktivitas spermatozoa tikus jantan putih (Rattus novergicus ) Galur Wistar dengan peningkatan dosis. Dari hasil penelitian didapat dosis yang paling efektif sebagai antifertilitas yaitu sebesar 0,08/200g BB tikus. Dengan persentase penurunan sebesar 70,3 %.
Kata kunci: Antifertilitas, Daun Pepaya (Carica papaya L.), Motilitas Spermatozoa.