Abstract :
sampah senantiasa berkembang sejalan dengan pertambahan penduduk di suatu Masalah wilayah. Aktivitas masyarakat yang berkembang pesat apabila tidak didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara sampah yang dihasilkan dengan tingkat pelayanan.
Pola pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan mulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan di TPA, menyebabkan partisipasi masyarakat akan pengelolaan sampah cenderung bersifat pasif. Padahal sampah menjadi permasalahan yang kompleks seiring dengan musibah longsor yang terjadi di lokasi pembuangan sampah di TPA Leuwigajah pada tanggal 21 Februari 2005, yang memakan korban lebih dari 143 orang dan 139 rumah.