Abstract :
ABSTRAK
Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang sampai saat ini kasusnya
seringkali tinggi di Indonesia. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biji kupa memiliki senyawa metabolit sekunder
yang memiliki aktivitas sebagai larvasida diantaranya flavonoid, saponin, tanin, monoterpen dan
seskuiterpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida dari ekstrak dan sediaan
granul ekstrak etanol biji kupa, serta untuk mengetahui nilai LC50 dari ekstrak etanol biji kupa.
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian eksperimental. Data hasil uji aktivitas larvasida ekstrak
dan sediaan granul biji kupa di analisis dengan menghitung persen mortalitas larva. Sementara,
analisis LC50 ekstrak etanol biji kupa dianalisis menggunakan program Microsoft office excel.
Berdasarkan hasil uji pendahuluan terhadap 0,25% ekstrak biji kupa yang memiliki aktivitas
larvasida paling tinggi berturut-turut yaitu ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak n-heksana
biji kupa, konsentrasi ekstrak etanol biji kupa yang digunakan 0,125%, 0,25%, 0,5%, 1%, dan 2%
dengan nilai LC50 sebesar 0,30%. Sementara untuk sediaan granul dari keempat formula memenuhi
persyaratan dan granul yang memberikan aktivitas larvasida sebesar 50% terdapat pada granul
dengan konsentrasi ekstrak etanol biji kupa sebesar 2%.
Kata Kunci : Aedes aegypti; Ekstrak Biji Kupa; Granul; Larvasida.
ABSTRACT
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still a health problem until now often high in Indonesia.
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus which transmitted by
the Aedes aegypti mosquito. Kupa seeds have secondary metabolites which has larvacidal activity
including flavonoids, saponins, tannins, monoterpenes and sesquiterpenes. This study aims to
determine the larvacidal activity of extracts and preparations of granule extracts kupa seed
ethanol, and to determine the LC50 value of kupa seed ethanol extract. This research includes into
experimental research. Data on the result of the larvacidal activity of extracts and granules of
kupa seed extract were analyzed analysis by calculating the percent mortality of larvae.
Meanwhile, the LC50 analysis of the ethanol extract of kupa seeds analyzed using microsoft office
excel program. Result based on preliminary test on 0,25% of kupa seed extract which had the
highest larvacidal activity, respectively, was ethanol extract, ethyl acetate extract, and n-heksana
extract of kupa seed, the concentration of kupa seed ethanol extract used 0,125%, 0,25%, 0,5%,
1%, 2%, and 2% with an LC50 value of 0,30%. Meanwhile, for the preparation of granules from all
four formulas met the requirements and the granules provied larvacidal activity of 50% found in
granules with a concentration of 2% ethanol extract of kupa seeds.
Keywords: Aedes aegypti; Kupa Seed Extract; Granules; Larvacides.