Abstract :
Limus (Mangifera foetida Lour) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa aktif antioksidan yang dapat menghambat oksigen reaktif dan radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar antioksidan yang terdapat pada biji limus. Metode yang digunakan ialah metode DPPH (1,1 -diphenyl-2-pycrylhydrazyl) yang dihitung sebagai IC50 -dengan melakukan perbandingan aktivitas antioksidan terhadap pembanding asam askorbat. Nilai IC50 ekstrak dan pembanding asam askorbat menunjukan intensitas antioksidan dengan nilai IC50 <50 ppm yang berarti sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak biji buah limus memberikan potensi antioksidan yang paling baik yaitu dengan nilai IC50 sebesar 9,93 % (sangat kuat), dan nilai IC50 dari vitamin C sebagai standar sebesar 7,12 % (sangat kuat).
Kata kunci : Antioksidan, DPPH, Limus, Radikal Bebas