Abstract :
Ulkus peptikum atau tukak lambung adalah suatu penyakit gastrointestinal atas yang disebabkan oleh peningkatan sekresi asam dan pepsin dilambung. Pemberian etanol yang
berlebihan dapat merusak sawar mukosa lambung dan mengakibtakn difusi balik HCl. Daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dapat melindungi lambung dari ulkus peptikum
karena mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan ulkus peptikum dan dosis efektif dari ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.). Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok dosis uji. Perlakuan dilakukan selama 4 hari, tukak lambung yang terjadi diberi nilai atau skor berdasarkan jumlah tukak dan keparahan tukak, kemudian dibandingkan antar kelompok
perlakuan secara statistik dengan uji one way ANOVA dan Uji Post Hoc LSD. Dihitung nilai indeks tukak dan persen inhibisi tukak. Hasil penelitian berdasarkan jumlah tukak
menunjukan kelompok dosis I dan dosis II tidak memberikan perbedaan yang bermakna dengan kelompok dosis III. Sedangkan hasil penelitian berdasarkan keparahan tukak menunjukan perbedaan yang bermakna antara kelompok dosis I dan kelompok dosis III. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dosis III (46 mg/200 gram BB tikus) efektif menyembuhkan kondisi ulkus peptikum pada lambung tikus yang diinduksi etanol dengan persen inhibisi sebesar 24,5%.